Wednesday, August 11, 2004

Wanita Pertamaku

Hari-hari terakhir ini tiba-tiba aku begitu ingin dekat dengannya. Mojok berdua. Bersandar pada lemaknya yang hangat. Meneliti kerut demi kerut wajah 45 tahunnya. Sungguh, hari-hari ini, aku begitu mencintainya.

Aku memutuskan untuk menghadirkan wanita lain di sisiku, setelahnya. Aku tahu, ia bakal begitu cemburu. Aku yakin, ia akan menangis. Ya... aku percaya itu.

Tapi ia begitu baik. Ia lebih memilih ridha atas kecewa yang sempat terlontar. Ia memilih senyum atas luka yang mungkin kan ternganga.

Ia siapkan semuanya... perhiasan terindah... tabungannya yang tlah berberbulan... bekal-bekal yang terbaik...

Sungguh atas semuanya, aku bakal merindukannya...
Menangisi saat-saatku hanya bersamanya...
Kemarahannya...
Tangisnya...

Saat demi saat, ketika merindui kalimatnya yang khas itu : "ooo dasar cah bodo maning sih..."

Kata-kata dari seorang wanita dengan pendidikan apa adanya...
Pada seorang anaknya yang sarjana... yang sedang belajar hidup darinya...
Kata-kata dari Sofiyah...
Ibuku!

Detik-Detik Jelang Sebuah Kata "Ya!"

Detakku mulai malam ini seolah makin mampu terhitung.
Terasa denyut demi denyut. Pada detik demi detik.
Tiga hari lagi aku akan menikah.
Ia menyebutnya "menjemput bidadari", dengan sebuah asa besar "membereskan negeri".
Aku menyebutnya "bersama menggelar sajadah cinta", dengan sebuah cita
gagah "membangun masjid untuk Indonesia".

Kata-kata yang membuatku tertunduk merenung - diam.
Iyakah?
Sementara untuk membereskan diri kami, kami masih harus tergagap...
Sementara untuk menegakkan mesjid di hati kami, kami masih harus tertatih...

Ah mungkin, ini cara Allah membuat kami menjadi wajar. Manusiawi. Manusia apa adanya.
Makanya Ia menjejakkan fithrah insaniyyah bernama gharizah jinsiyyah menjadi ibadah.
Menegakkan akal dan ruh kembali dalam diri manusia.
Melepaskan dari jerat penjara kebinatangan, yang setan munculkan dalam diri kami.

Jika benar itu ya Rabbii... bimbinglah kami...
lindungilah anak keturunan kami...
ruakkanlah rasa ketenangan (sakinah) itu dalam hati kami...
luapkanlah cinta (mawaddah) itu dalam jiwa kami...
letupkanlah kasih sayang (rahmah) dalam kebersamaan kami yang indah...

http://sajadahcinta.blogspot.com
sebuah titik bersatunya kami dalam cinta-Nya...
untuk bersama menempuh jalan-jalan-Nya...
untuk sebuah cinta abadi, bertemunya kami dengan wajah-Nya...
kelak...